Indahnya Belajar dalam Kompetisi Inovasi Agroteknologi

Artikel ini dilihat sebanyak 123 kali

Foto bareng di KIA, IPB Bogor

Kompotesi Inovasi Agroteknologi merupakan suatu acara yang diselenggarakan oleh FORCES IPB (forum scientific study)-suatu unit kemahasiswaan yang fokus di bidang penelitian) yang merupakan bagian dari rangkaian acara FORCES EXPO. Lomba ini bertema “Menuju Indonesia Unggul dengan Karya dan Inovasi Teknologi Pertanian”. Bidang ilmu yang dikompetisikan cukup luas yaitu Bioteknologi, Agroteknik, Pengelolaan Lingkungan dan Sumberdaya Alam, Energi alternatif, dan Teknologi Pangan. Dalam lomba tersebut peserta diminta membuat karya tulis ilmiah yang berisi ide atau inovasi dalam bidang di atas baik akan, sedang, atau telah dilakukan. Tahapan lomba sendiri meliputi pengumpulan makalah tertulis dengan deadline 30 Oktober, pengumaman makalah terpilih 14 November, dan babak final 21-22 November.

Saya dan teman saya, Anggayuda Anandarasa, mendapat informasi tentang lomba tersebut dari internet. Cukup disayangkan karena tidak ada publikasi dalam bentuk poster atau sejenisnya di ITB. Kami mengangkat bidang Energi Alternatif dengan judul “Produksi Bioetanol dari Jerami dengan Clostridium thermocellum secara Satu Tahap” dengan pembimbing Prof. Akhmaloka PhD (rektor ITB terpilih..). Karena info yang kami agak telat, kami baru bisa menyelesaikan makalah tanggal 2 November. Setelah melobi pihak panitia, kami diizinkan mengirimkannya. Berdasarkan informasi dari panitia, peserta yang mengirimkan makalah berjumlah 23 tim berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hal yang agak disayangkan, satu-satunya wakil ITB hanya kami. Pada tanggal 14 November diumumkan peserta yang berhak masuk tahap 10 besar atau final. Alhamdulillah kami lolos. Sesuai permintaan panitia, kami kemudian membuat slide presentasi, prototype alat, dan poster karena ada penilaian poster dan alat. Kami membuat prototype dari bahan yang sangat sederhana, yaitu dari toples plastik, kran air, botol air mineral, dan selang biasa.

Setelah semua siap, sekitar jam 9 pagi kami berangkat ke bogor hari jum’at 20 November. Kami naik bus ke terminal Leuwih Panjang yang dilanjutkan naik bus ke bogor dan angkot ke IPB-Dermaga. Kami sampai di IPB sekitar jam 2 siang. Setelah makan siang dan technical meeting, kami di antar di tempat penginapan berupa wiswa dalam kampus. Di sana kami berkenalan dengan berbagai tim dari perguruan tinggi lain, yaitu IPB sebanyak 3 tim, UGM 2 tim, ITS 1 tim, Universitas Trisakti 1 tim, Universitas Brawijaya 1 tim, dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) 1 tim. Kami belajar banyak dari teman-teman tersebut, terutama dari pengalaman-pengalaman mereka mengikuti lomba dan penelitian.

Hari sabtu pagi babak final pun berlangsung. Salah satu tim dari UGM mendapatkan jatah presentasi pertama selama 15 menit yang dilanjutkan sesi tanya jawab selama 15 menit. Setelah itu, tidak diduga ternyata giliran kami yang presentasi. Penyaji utama adalah saya sendiri, Khabib khumaini sedangkan saat sesi tanya jawab kami berdua berada di depan. Alhamdulillah kami dapat menyelesaikan presentasi dengan lancar dan sesi tanya jawab pun berlangsung dengan baik. Prototype yang kami buat meskpun sangat sederhana juga sangat membantu. Presentasi semua tim berakhir sekitar pukul 14 yang dilanjutkan dengan istirahat dan presentasi poster. Untuk presentasi poster, kami diwakili Anggayudha. Kami mengakui presentasi dan ide yang diusung teman-teman lain sangat luar biasa. Jam terbang kami masih sangat kurang. Akan tetapi, kami tidak menyerah..semua moto yang kami pegang waktu itu …Never Ever Surrender…. begitu terasa di hati kami. Acara sore itu pun ditutup dengan acara pengembangan diri oleh Mahasiswa Prestasi IPB dan Indonesia, yaitu Danang Ambar Prabowo. Acara tersebut sangat menarik dan berkesan bagi kami. Malamnya sebagian teman-teman jalan-jalan keliling IPB (kampus IPB jauh lebih luas dibandingkan ITB).

Hari Minggu, 22 November 2009 diadakan Seminar Ilmiah Nasional (SIN) yang juga merupakan rangkaian acara FORCES EXPO 2009. Pada acara itu diundangkan para peneliti dari LIPI, peneliti dari dosen IPB, dari kelompok industri, mahasiswa, dan kelompok petani. Selain itu, diundang juga beberapa mahsiswa mahasiswa IPB yang meraih kejuaraan di tingkat internasional. Sekitar jam 11 siang, diumumkan tiga besar finalis lomba KIA (kompetisi inovasi agroteknologi). Di luar dugaan, alhamdulillah kami masuk tiga besar selain tim dari ITS dan IPB. Setelah itu, diumumkan bahwa juara III tim dari ITS yang membuat sumber energi alternatif dari kulit pisang, juara II kami, dan juara I dari IPB yang membuat selai lembaran buah mangga gincu. Sungguh di luar perkiraan kami sebelumnya, kami merasa tidak akan lolos, tetapi malah dapat juara II. Setelah itu, kami diminta presentasi di hadapan peserta seminar tersebut tentang karya kami..ini pengalaman pertama saya presentasi di hadapan peserta sebanyak tersebut dan alhamdulillah berjalan dengan lancar. Setelah itu, acara seminar dilanjutkan lagi.

Sore harinya kami mendapat uang hadiahnya sebesar 2 juta dan besoknya kami berangkat meninggalkan IPB jam 3 pagi. Kami tiba di Bandung pukul 6.30. Sungguh, banyak pelajaran berharga yang kami peroleh dalam lomba tersebut..interaksi dengan bidang ilmu lain membuat wawasan kami menjadi terbuka dan kami juga bisa belajar dari teman-teman lain, bahkan ada yang pernah menang lebih dari 20 lomba, bahkan beliau sudah punya usaha yang dapat membantu masyarakat kecil..makasih mbah Rozi..subhanallah.