Meringsekan Kaleng dengan Udara

Artikel ini dilihat sebanyak 5,290 kali

Hari ini kita akan melakukan eksperimen sains sederhana, yaitu meringsekkan kaleng dengan udara. Bahan-bahan yang kita perlukan dengan mudah kita bisa dapatkan di rumah.  Eksperimen ini bisa dikatakan sangat sederhana dan mudah dilakukan, namun ada konsep mendasar yang bisa diambil. Yaitu, hubungan antara suhu udara dengan massa jenis dan tekanan udara. Konsep dasar ini bisa digunakan untuk menjelaskan banyak hal, terutama terkait angin, cuaca, musim, dan sebagainya.

Alat dan bahan

Jpeg

  1. kaleng minuman ringan
  2. Panci berisi air (sekitar 1/4 ketinggian)
  3. Kompor
  4. baskom berisi air dingin (sekitar 1/4 ketinggian)
  5. air secukupnya
  6. Kain Lap atau sarung tangan kain

Eksperimen

  1. Panaskan panci tersebut
  2. Masukkan sekitar 1-2 sendok makan air ke dalam kaleng
  3. Taruh kaleng di atas panci dan biarkan beberapa saat hingga uap air mulai keluar dari kaleng
  4. Dengan bantuan lap atau sarung tangan kain untuk memegang, angkat kaleng dan segera masukkan ke dalam baskom yang berisi air dingin dengan posisi mulut kaleng di bawah.
  5. Kaleng akan segera ringsek dan tidak berbentuk

Penjelasan

Saat kita memanaskan kaleng maka udara dalam kaleng menjadi panas. Semakin tinggi suatu zat maka semakin rendah massa jenisnya. Akibatnya, udara dari dalam kaleng akan bergerak ke luar melalui mulut kaleng. Saat kita memasukkan kaleng ke air dingin maka suhu udara di dalam kaleng turun kembali.  Karena sebagian udara di kaleng keluar saat pemanasan maka tekanan udara di dalam kaleng dingin menjadi rendah. Akibatnya, udara dari luar akan berusaha masuk ke dalam. Tekanan udara dari luar membuat kaleng menjadi ringsek.

kaleng

Contoh Aplikasi Konsep pada Kasus Angin Darat dan Angin Laut

Saat siang hari daratan lebih panas dibandingkan lautan  (air merupakan zat yang lambat menyerap dan melepas panas.  Hal ini menyebabkan suhu udara di atas daratan lebih tinggi dari suhu udara di atas lautan. Akbatnya, massa jenis udara di daratan lebih rendah. Udara di atas daratan kemudian naik ke atas. Hal ini membuat udara bergerak dari laut ke darat untuk mengisi kekosongan udara akibat naiknya udara di daratan. Nelayan tradisional memanfaatkan angin ini untuk pulang dari laut ke darat.

Saat malam hari suhu di darat lebih rendah dibandingkan  di laut. Akibatnya massa jenis udara di laut lebih tinggi dan naik ke atas. Hal ini menyebabkan udara bergerak dari daratan ke lautan untuk mengisi kekosongan udara akibat naiknya udara di laut. Nelayan tradisional memanfaatkan hal ini untuk berangkat ke laut.

 

Related Post