Tanggapan atas “5 FAKTA ILMIAH beras plastik adalah HOAX”

Artikel ini dilihat sebanyak 865 kali

Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan berita masif tentang beras plastik (dari China). Isu ini melengkapi deretan skandal fake food terdahulu yang juga berasal dari negeri yang sama. Tentu kita masih ingat tentang kasus susu bermelamin yang diproduksi di China yang menyebabkan kematian dan cacat pada banyak bayi. Bahkan pelakunya divonis mati sama pemerintah China. Setelah itu, sempat juga heboh isu tentang fake eggs (telur palsu) yang juga diproduksi di China.

fake-rice

Istilah plastic rice sebenarnya kurang tepat karena kurang mewakili. Yang lebih tepat adalah fake rice. Coba search di Google dengan kata kunci “fake rice”. Sederetan informasi sejak tahun 2011 tentang skandal ini akan muncul dan semuanya bermuara di negara yang sama. Bahkan dimuat di media ternama internasional. Isu ini menjadi heboh di Indonesia sejak penemuan “diduga” fake rice di Bekasi.

Sebenarnya ane kurang tertarik menanggapi tentang fake rice karena hasil laboratorium menunjukkan bahwa dalam sampel beras mengandung polyvinil, bahan pembuat PVC (bukan PE yang merupakan bahan pembuat karung beras lho). Saya lebih tertarik menanganggapi tulisan di sebuah blog yang mengklaim 5 fakta ilmiah bahwa beras plastik itu hoax. Ane ditunjukkan oleh istri tadi malam. Naluri kimia saya tergoda untuk membuat sanggahannya .. hehehe

tulisan lebih lengkap tentang klaim ilmiah bahwa beras plastik hoak silahkan di cek di sumber aslinya : http://harrynazarudin.blogspot.com/2015/05/5-fakta-ilmiah-beras-plastik-hoax.html?m=1

Berikut sanggahan saya (poin per poin) :

1. Terkait video, mesin extruder pembuat beras plastik. Ini multitafsir. Tidak bisa diklaim itu mesin pembuat beras plastik. Soalnya mesin pembuat bijih plastik, beras plastik, bahkan mesin pakan ikan pun menggunakan model yang hampir sama. –> Jadi disini saya sepakat dengan penulis

2. Fake rice diduga mengadung campuran polyvinil dan potato. Jika campuran ini pecah saat pembuatan bubur (pemanasan yang lama dengan kadar air yang tinggi) saat dipanaskan maka potato akan melunak menjadi bubur karena dia memang pati. Polyvinil akan melunak karena polymer ini memiliki TG (glass transition) = 82 C (bisa lebih rendah lagi jika pake pasticizer). Jika pada pemasanasan normal seperti kita memasak nasi maka fake rice akan melunak saja kayak nasi yang gak matang karena kekurangan air. Namun, tetap lebih keras dibandingkan nasi dari beras normal. Ini sesuai dengan keterangan saksi maupun berita di media luar terkait fake rice

3. Alasan ilmiah ketiga penulis adalah plastik lebih ringan dari air. Fake rice menggunakan polyvinil sebagai bahannya (hasil lab juga mengatakan mengandung polyvinil). Massa jenis polyvinil lebih berat dari air, yaitu sekitar 1.4 g/ml dan pasti tenggelam di air. coba saja cemplungkan paralon ke air maka pasti tenggelam. Kesalahan fatal penulis adalah menganggap plastik cuma PE dan PP yang merupakan bahan karung. Padahal hasil lab di bekasi dan investagasi di LN fake rice mengadung polyvinil yang tentu saja tenggelam di air.

4. Ada beberapa koreksi di argumen ke empat :

  • Kentang lebih mahal dibandingkan beras? tergantung daerahnya. apalagi dioplos dengan limbah plastik maka bisa jauh lebih murah
  • cara memotong kecil2 kentang? gunakan saja mesin extruder. Pernah lihat apa pakan udang yang ukurannya bisa lebih kecil dibandingkan beras saja bisa dibuat dengan potingan yang bagus
  • Pati kentang bisa dipanaskan lebih dari 150 C tanpa gosong sebagaimana yang dikatakan penulis jika menggunakan high steam pressure pada mesin extruder.
  • Ane tidak tahu apakah teknik yang dipake coating atau mix bisa. Teknik pertama memang lebih sulit, tapi masih bisa. Kalau teknik kedua lebih mudah dengan extruder high temperature dan high steam pressure

5. Fake rice pasti tidak positif uji amilum? Belum tentu. Jika mengandung kentang maka pasti positif karena kentang juga mengandung pati. Apalagi jika fake rice tersebut dioplos dengan beras biasa.

Tanggapan tambahan atas tiga alasan penulis yang mengatakan itu mungkin saja kontaminan. Silahkan cek di http://harrynazarudin.blogspot.com/2015/05/beras-yang-terdi-tukar-pvc.html

Sanggahan ane :

1. Kita sedang membahas bulir beras bukan tepung beras. Jika tepung beras memang mungkin bisa aja ada pecahan paralon, batu, bahkan besi yang ikut tergiling tercampur sama tepung beras.Ane pernah handle gudang produksi pakan soalnya. Secara kasat mata kita juga bisa bedakan mana bulir beras dengan pecahan PVC di conveyor apalagi sarung tangan. Note : karung beras itu pake PE dan PP, bukan PVC
2. Informasi yand diambildari detik itu salah kutip. 6,76 % itu bukan klorida, tapi kandungan protein di beras kedua
3. Lihat foto nya saja. Googling saja. Emang kita gak bisa bedakan mana beras dengan serbuk paralon biasa. Laboran juga menggunakan pengamatan visual sebelum uji lab.

 

Terus bagaimana cara cek nya :

1. cek fisik dengan kaca pembesar atau mikroskop. fake rice dan beras asli pasti beda teskturnya dan hasil potongannya. Saya belum pernah megang fake rice. Tapi katanya bentuknya jauh lebih halus dibanding beras asli. Ini cara paling mudah dan cepat untuk dilakukan orang awam. Mirip kasus fake eggs yang memiliki bentuk sempurna padahal telur normal selalu ada cacat2 dikit di bentuknya

2. Kalau mau lebih akurat ya pake uji lab.

 

Sekian tanggapan ane..semoga bisa menjadi informasi bermanfaat.

Fake Milk dari China ? Confirm

Fake Egg dari China ? Confirm

Fake Rice?????????????????

Kesimpulan :
Hoak atau tidak belum bisa dipastikan karena alasan ilmiah untuk keduanya bisa dibuat. Di luar negeri memang ada kasus fake rice asal China. Hasil lab sucofindo juhga postif. Namun, kita harus menunggu keterangan resmi dari BPOM.
Makan nasi seperti biasa. kita udah puluhan tahun makan nasi tentu lidah kita bisa bedakan mana plastik mana nasi beneran. Jika ada yang berbeda dengan biasanya baru kita waspada.

Catatan :
Tulisan ini bukan mendukung informasi bahwa kasus beras plastik di bekasi benar dan bukan hox. Ini hanya informasi pembanding saja bahwa baik hoak maupun fakta keduanya bisa dibuat alasan ilmiah. Kita tunggu bersama hasil uji dari lembaga yang berwenang.

Tulisan ini ane pos di : Sanggahan atas “5 FAKTA ILMIAH beras plastik adalah HOAX”

Informasi tambahan:
Hasil pengujian lab sucofindo –>positif ada bahan PVC
Hasil pengujian BPOM –> negatif

Saya tidak bisa komentar lebih lanjut karena kedua lembaga tersebut menurut saya cukup kredible

Related Post