Apakah asam yang terkuat di air?

Artikel ini dilihat sebanyak 2,900 kali

“Apakah asam yang terkuat di air?”

Pertanyaan sederhana ini mungkin muncul di benak kita saat kita mempelajari tentang asam basa baik semasa SMA, kuliah, atau saat kita mengajarkan kimia. Bukannya tinggal lihat tabel pKa asam lalu beres ya .. misal tabel berikut :

tabel pKaKalau lihat tabel di atas (dengan segala keterbatasan data) terlihat jelas bahwa asam terkuat adalah HI (asam iodida). beres kan?

Tapi .. saya katakan jawaban tersebut salah, bukan karena data tabel pKa yang salah, tapi karena ada pemahaman konsep tentang asam basa yang kurang tepat.

Sebenarnya asam terkuat di air adalah ion hidronium (H3O+). Mungkin kita bertanya kok bisa? bukannya pKa H3O+ lebih besar dari HI, HBr, HCl atau H2SO4?

Jangan buru-buru memvonis tulisan ini sesat ya..ini bisa dijelaskan secara ilmiah sesuai konsep asam basa yang benar.

Menurut teori Bronsted Lowry asam adalah spesi yang memberikan proton. Dalam kasus di air maka asam akan memberikan proton ke air yang bertindak sebagai basa.

HI          +   H2O  <==>  H3O+                  +              I-

HCl      +   H2O  <==>  H3O+                    +              Cl-

HNO3   +   H2O  <==> H3O+                   +            NO3-

asam          basa            asam konjugasi               basa konjugasi

Pada kasus asam kuat reaksi di atas akan berlangsung hampir sempurna sehingga sebagian besar spesi  di larutan adalah H3O+, basa konjugasi dan air tentu nya.

Jika kita mempunyai larutan HNO3 0.1 M, HCl 0.1 M, dan HI 0.1 M di air maka kita hampir hampir tidak bisa menyumpai lagi spesi HNO3, HCl, dan HI. Yang ada di larutan masing-masing adalah air, H3O+, dan basa konjugasi (NO3-, Cl-,  dan I-).  Jadi, spesi asam yang paling kuat di masing-masing larutan tersebut sama yaitu H3O+ dan dalam jumlah hampir sama yaitu ~ 0.1 M

Masih ragu? kita akan hitung bersama.

asumsi :

  1. air sebagai pelarut jumlahnya hampir tidak berubah sehingga tidak mempengaruhi kesetimbangan
  2. Karena ketiga nya asam kuat dengan konsentrasi cukup besar maka kita abaikan spesi H3O+ yang berasal dari air

kasus HI 0,1 M

HI   +   H2O  <==> H3O+  + I-                  Ka = 10^9.5

awal                0.1
reaksi            -x                                   x              x
setimbang    0.1 -x                            x              x

persamaan[H3O+] = x = 0.09999990463256836 ~ 0.1 M
pH = 1.000000414175

Kasus HCl 0.1 M

dengan cara yang sama (Ka = 10^6)
[H3O+] = x = 0.09999999002320692 ~ 0.1 M
pH = 1.000000043328

untuk kedua asam kuat di atas spesi H3O+ yang dihasilkan bisa dikatakan sama dan tidak ada satupun alat ukur yang paling canggih yang bisa membedakannya. Selain itu bisa dikatakan spesi asam dominan di larutan air adalah H3O+.

Kasus HNO3 0.1 M (Ka = 10^1.45) –> asam cukup kuat
[H3O+] = x = 0.0996478829582248~ 0.1 M
pH = 1.00153192354
bahkan dengan asam yang cukup kuat pun kita tidak bisa membedakannya

Jadi kita bisa simpulkan bahwa asam paling kuat di air adalah ion H3O+ karena semua asam kuat akan terdisosiasi secara “sempurna” menjadi H3O+ dan basa konjugasinya. Kita tidak bisa membedakan di air mana yang lebih kuat HCl, HI, HClO4, H2SO4, bahkan dengan HNO3.

Terus bagaiamana jika kita ingin membedakannya?

Di media air pasti tidak bisa. Tapi kita bisa menggunakan media asam lemah yang merupakan basa lebih lemah dari air, misal asam asetat.

HNO3   + CH3COOH  <==>  CH3COOH2 +     + NO3-
HI        + CH3COOH  <==>  CH3COOH2 +     + I-
Reaksi pertama berlangsung tidak sempurna sedangkan reaksi kedua berlangsung cukup sempurna (Data nya saya cari lagi nanti, soalnya bukunya udah hilang .. 😀 ) sehingga HI lebih kuat dari HNO3. dan seterusnya ..

 

 

 

Related Post