Apakah api itu sebenarnya dan mengapa air memadamkannya?

Artikel ini dilihat sebanyak 2,165 kali

Akhirnya tergerak untuk nulis  lagi deh di blog kesayangan…Udah dua tahun lebih, lama juga ya.. kali ini ane ingin bahas tentang api …

Api sudah tidak asing dalaapim  kehidupan kita sehari-hari. Setiap hari kita memanfaat api mulai dari memasak air di kompor, menggunakan kendaraan (sistem pembakaran di kendaraan bermotor), dan para smoker (semoga lekas tobat..hehehe) tentu sudah tidak asing dengan korek api. Sejarah peradabaan manusia juga semakin berkembang sejak manusia mengenal api, apalagi sejak kerajaan api mulai menyerang … (kok jadi nyambung ke avatar ya…)

 

Pernakah terpikir oleh kita sebenarnya api itu apa? Energi kah?Materi kah? kok bisa muncul dari pembakaran dan tiba-tiba hilang ketika pembakaran itu beres…Insya Allah kotretan singkat berikut akan memberikan gambaran yang lebih jelas tentang api ..

Apakah api itu dan mengapa bisa muncul, panas dan berwarna?

Pembakaran suatu benda, misal kayu, bensin, kertas, dan sebagainya tentu akan menghasilkan panas/kalor. Dalam ilmu kimia, reaksi pembakaran termasuk reaksi yang eksotermik (melepaskan kalor). Nah kalor atau panas tersebut akan diserap oleh molekul-molekul udara yang kontak dengan benda yang terbakar. Akibatnya, molekul-molekul udara tersebut akan mengalami kenaikan tingkat energi  (bayangkan Goku yang naik energinya menjadi super saiya 1, ,2 bahkan super saiya 3…. sorry ya super saiya 4 udah gak nyambung …).

Ada empat jenis tingkat energi ya yang dimiliki oleh benda, termasuk molekul  udara.. (serius mode on), yaitu translasi (energi gerak), rotasi (putaran), vibrasi (getaran), dan elektronik. Tiga energi pertama tersebut dikenal sebagai energi kinetik. Terus apa hubungannya dengan api ya ???

Udara di sekitar api unggun terasa panas meski tidak kontak langsung

Udara di sekitar api unggun terasa panas meski tidak kontak langsung

Seperti yang ane sampaikan sebelumnya, molekul udara di sekitar pembakaran akan mengalami kenaikan energi. Energi kinetik dan elektronik akan semakin besar. Semakin besar energi kinetik maka semakin cepat molekul itu bergerak dan menabrak molekul udara lain. Saat tabrakan terjadi molekul udara yang lebih tinggi energinya (baca : lebih panas) akan memberikan sebagian energinya ke yang lebih rendah (baca: lebih  dingin). Akibatnya, molekul udara yang tidak kontak langsung dengan benda yang terbakar pun akan mengalami kenaikan energi dan terasa lebih panas. Itu sebabnya, kita merasa hangat dan berada di sekitar api ungun meskipun kita tidak kontak langsung dengan api unggun.

eksitasi elektron molekul udara saat pembakaran

eksitasi elektron molekul udara saat pembakaran

Terus mengapa api bisa berwarna? Nah, selain energi kinetiknya naik, molekul udara tersebut akan mengalami kenaikan tingkat energi elektronik. Sebagian elektron terluar di molekul udara akan naik ke tingkat energi lebih tinggi. Nah saat elektron itu kembali ke keadaan semula maka elektron tersebut akan melepaskan energinya dalam bentuk gelombang elektromagnet yang kita kenal sebagai cahaya/sinar tampak. Ini sebabnya api bisa terlihat bersinar, apalagi dalam gelap. Semakin panas pembakaran tersebut maka semakin jauh elektron naik tingkat energinya dan semakin besar energi sinar tampak yang dilepaskan saat kembali keadaan dasar. Itu sebabanya api yang berwarna biru (apalagi ungu) akan lebih panas dibandingkan api berwarna kuning (apalagi merah) karena sinar yang berwarna ungu memilki energi dan frekuensi lebih besar serta panjang gelombang lebih kecil dibandingkan warna merah…ingat warna pelangi kan ??? ….  Merah-Jingga-Kuning-Hijau-Biru-Ungu ..

spektrum sinar tampak. semakin ke kanan semakin kecil energinya

spektrum sinar tampak. semakin ke kanan semakin kecil energinya

Mengapa Air bisa memadamkan api?

To the point saja, ada dua penyebab penting.

Pertama, Air akan menghalangi kontak udara dengan dengan benda yang terbakar dan menyerap energi yang dihasilkan benda terbakar tersebut. Seperti yang kita tahu, air yang berupa cairan tentu saja lebih rapat dibandingkan udara sehingga peluang air kontak dengan benda terbakar jauh lebih besar dibandingkan peluang udara kontak benda tersebut. Akibatnya panas yang dihasilkan diserap oleh air. Ini sebabnya kalau kita menyiram api dengan air karena terbentuk uap air. Selain itu itu, air juga akan menghalangi kontak oksigen yang sangat penting untuk pembakaran. Akibatnya, molekul udara tidak jadi naik tingkat energinya lalu menjadi dingin dan padam ..(mirip Goku yang balik ke manusia normal setelah babak belur di hajar iblis boo)..Tapi ingat, jangan menyiram kebakaran yang disebabkan minyak dengan air. Itu justru membuat api makin besar karena minyak lebih ringan dari air sehingga akan terangkat ke atas dan kontak dengan oksigen lebih banyak. Bukan malah padam makin besar. bisa sih padam jika minyak yg kebakar 1 liter kita siram air satu tandon 1000 L….hehehe

Kedua, Air tidak bisa dibakar oleh udara. kalau ini saya tidak perlu jelaskan deh.. kalau ada api kita siram dengan bensin ya bukan padam malah makin besar karena bensin mudah terbakar …

Sekian tulisan sederhana ini..moga bisa bermanfaat :)..

 

super saiyan ...

super saiyan …

Related Post