Maryam Kayyisah Alfatih : Do’a sepanjang masa untukmu tercinta

Artikel ini dilihat sebanyak 6,023 kali

image

Hari ini, 26 juli 2011 yang bertepatan dengan 24 sya’ban 1432 H, abi dan ummi menunaikan salah satu sunnah Rasulullah atas kelahiranmu tercinta..sunnah yang dilakukan di hari ketujuh kelahiranmu, aqiqah..di hari ini pula abi dan ummi resmi memberi nama engkau dengan nama yang akan menjadi panggilanmu. Bukan hanya di dunia, namun juga di akhirat. Nama yang akan menjadi do’a yang selalu melekat padamu sepanjang masa.
Maryam Kayyisah Alfatih…
Ya, itu lah nama sekaligus do’a abadi yang abi dan ummi berikan kepadamu tercinta..memang baru hari ini engkau secara resmi menyandang nama itu, namun abi dan ummi butuh berbulan-bulan untuk memikirkan do’a terbaik untukmu..
Maryam Kayyisah Alfatih..
Maryam..nama itu mungkin sudah tidak asing bagi khalayak umum..nama itu juga mungkin tidak asing bagimu..sejak dalam kandungan engkau sudah sering mendengar nama itu..ya, nama itu sering abi sebut saat abi membacakan hafalan ali-imran abi. Maryam adalah nama yang Allah abadikan di Al-Qur’an yang menandakan kemuliaan penyandang nama itu, yang tidak lain adalah ibunda Nabi Isa AS. Penyandang nama itu adalah perempuan terbaik di masanya, perempuan yang ahli ibadah, menjaga kesuciannya, dan mewakafkan dirinya untuk mendekatkan diri pada Allah..
Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, ” Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas segala perempuan di seluruh alam (pada masa itu). Wahai Maryam! Taatilah Tuhanmu, sujud, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (QS Ali-Imran 42 dan 43)
Ya Allah, jadikan putri kami memiliki kesholehan dan keimanan sebagaimana Maryam binti ‘Imran
Maryam Kayyisah Alfatih
Kayyisah…mungkin nama ini kurang familiar didengar olehmu dan orang-orang..ummi butuh waktu lama untuk dapatin nama ini..ternyata nama ini terdapat di perkataan Rasulullah SAW yang mulia sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud yand dihasankan Syeikh Albani
Rasulullah bersabdaAl Kayyis man dana nafsahu wa’amila limaa ba’dal mauti, Al Ajis man ittaba’ahawaahu watamana’allaAllahi al amaany
Yang artinya orang cerdas atau sempurna akalnya adalah orang yang mampu mengendalikan nafsu dan beramal untuk hari setelah mati. Orang bodoh adalah orang yang mengikuti nafsu dan berangan-angan tentang Allah dengan angan-angan yang panjang”
Kayyisah..abi dan ummi ingin dikau menjadi orang yang cerdas, orang yang sempurna akalnya, dan orang yang jernih akalnya yang mampu mengendalikan nafsu dan selalu beramal untuk hari setelah mati sebagaimana hadist Rasulullah. Abi dan ummi tidak ingin dikau menjadi orang-orang yang diperbudak hawa nafsu dan menunda-nunda kebaikan hingga menjadi orang yang ajis.
Sudahkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagi tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? Atau apakah engkau mengira kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. (QS Al-Furqan : 43 – 44)

Ya Allah, jadikan putri pertama kami orang yang sempurna akalnya yang mampu mengendalikan nafsu dan bersegera beramal untuk hari akhir.

Maryam Kayyisah Alfatih
Al fatih…abi dan ummi ambil dari nama seorang pahlawan islam, Muhammad Al Fatih, sebagai do’a abadi untukmu dan adik-adikmu kelak. Beliau adalah pemimpin terbaik yang memimpin pasukan terbaik pada masa itu. Beliau adalah orang yang merealisasikan janji Rasulullah SAW 800 tahun sebelumnya, yaitu penaklukan Konstantinopel (sekarang Istanbul).
Rasulullah bersabda, “kota konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan” (diriwayatkan Imam Ahmad)

Ya Allah, jadikan anak keturunan kami sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya jundi (pasukan).

Ya Allah, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkan kepada kami cara-cara melakukan ibadah kami dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang (do’a nabi Ibrahim di surat Al-Baqarah ayat 128)

Related Post