Abi-Ummi : saat ini dan 22 tahun yang lalu

Artikel ini dilihat sebanyak 144 kali

Beberapa hari ini dan masa mendatang, momen baru dalam hidupku dimulai. Momen yang mengingatkanku pada perjuangan berat bapak dan ibu. Kemarin, 18 sya’ban 1432 H yang bertepatan dengan 20 Juli 2011, dia – bayi perempuan pertama kami- lahir di dunia…
Kehadiran dia membuka mataku lebih dalam terhadap jasa ayah dan ibuku…perjuangan istriku saat mengandungnya, melahirkannya, dan merawatnya dalam keadaan berat lagi payah menyadarkan lebih dekat tentang perjuanganan ibu sejak 23 tahun lalu, saat ruhku mulai ditanamkan dalam janin di rahim ibuku, 22 tahun lalu saat ibu berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkanku, masa setelahnya. ibu dalam keadaan kepayahan selalu menjagaku….momen ini kembali berulang di depanku saat aku mendampingi istriku mengandung di masa-masa payah, melahirkan (meskipun telat 10 menit), dan menjaga buah hati kecil kami dengan mengabaikan rasa lelah, kantuk, dan payah kami di waktu siang dan malam..rasa kantuk, sakit dan lelah kami singirkan ketika mata ini baru terpejam, tiba-tiba dikau menangis ingin disentuh, kedinginan, buang air, atau lapar….sungguh besar jasamu padaku, IBU..sungguh pantas, ketika Rasulullah bertanya siapakah yang dia cintai, Beliau nenjawab : IBU, IBU, IBU, baru, AYAH…..
Kelahiran dikau menambah satu lagi amanah dari suami menjadi ayah. Posisi yang sekaligus mengingatkanku pada 22 tahun yang lalu, mengingatkanku tentang begitu besar peran ayah dalam hidupku. Sang ayah dengan sabar menjaga bayi kecil agar terjaga makanannya dari makanan yang buruk lagi haram. Sang ayah menjagamu siang malam tanpa lelah dan tiada lengah mencegah seekor nyamuk pun mendekati kulit lembutmu. Sang ayah dengan setia menemani sang ibu agar senantiasa kuat merawatmu. Beliau bekerja dengan keras agar dikau tiada menderita kekurangan sedikit pun…beliau juga senantiasa mendo’akanmu dengan memberikan nama kepadamu nama yang paling baik, panggilan dunia dan akhirat…sungguh pantas jika namanya disematkan di belakang namamu dan menjadikan beliau orang yang harus dikau cintai setelah ibu.

Ya Allah semoga momen baru ini menjadikan diriku semakin berbakti pada kedua orang tuaku..sungguh merugi orang yang baru saja menjadi ibu atau ayah jika tidak mampu menjadikan momen ini untuk lebih mencintai kedua orang tuanya.
“Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka menyanyangi kami semasa kecil”
“Ya Allah, pertemukan kami dan kedua orang tua kami dalam surgamu kelak, sungguh engkau maha pengasih lagi maha penyayang”.

Related Post