Masa-masa sebelum kelahiran Rasulullah : Do’a yang meLegenda

Artikel ini dilihat sebanyak 648 kali

Seorang bapak berjalan bersama istrinya  dan anaknya yang masih bayi menyusuri padang pasir yang sangat panas hingga sampailah mereka tiba di suatu lembah kering. Laki-laki tersebut kemudian meninggalkan keduanya dengan tanpa berbicara sama sekali.

“Ibrahim, apakah ini perintah Allah?” Tanya Hajar dengan lemah.

“Ya” Jawab Ibrahim as

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami” sahut Hajar dengan tenang karena dia yakin bahwa Allah tidak akan menzalimi dirinya dan ismail yang masih bayi.

Nabi Ibrahim pun berdo’a ” Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. ” (QS 14 :37)

Akhirnya Allah menakdir di tengah perjuangan berat Ibunda Ismail mencari air untuk bayinya yang masih kecil, tiba-tiba muncul air dari gertakan kaki Ismail. Sumber air tersebut kemudian menjadi tempat para musafir singgah dan berkembangkah lembah kering tersebut menjadi suatu kota yang dikenal sebagai Makkah sebagaimana do’a Nabi Ibrahim.

Beberapa tahun setelahnya, ketika Ismail beranjak remaja dan dipertemukan oleh Allah bertemu sang ayah, Allah memerintahkan mereka untuk membangun ka’bah di Mekkah, Masjid pertama yang dibangun umat manusia. Setelah membangun ka’bah, Nabi Ibrahim dan Ismail berdo’a :

Ya Tuhan kami terimalah dari kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. “

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. “ (QS Al-Baqarah : 127-129)

Dalam do’a tersebut, Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar  ada keturunan dari Nabi Ibrahim dan Ismail yang diangkat menjadi seorang Rasul di Tanah Haram tersebut. Do’a ini diucapkan Nabi Ibrahim sekitar 2000 tahun sebelum masehi.

Ternyata masa-masa tahun setelahnya, banyak lahir Rasul dari keturuan Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Ya’kub, Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Isa, dan nabi-nabi lain yang hanya Allah yang tahu. Namun, kesemuanya nabi tersebut bukan dari nabi Ismail, namun dari adik beliau, yaitu Nabi Ishak…hingga awal permulaan masehi, tidak pernah terdengar ada Rasul yang berasal dari keturunan Nabi Ismail. Pada masa itu, dunia mengalami masa kosong kenabian setelah Nabi Isa diangkat oleh Allah ke langit. Umat Nasrani menunggu nabi penerus seorang Rasul akhir zaman yang dijanjikan Nabi Isa dengan ciri-ciri yang sangat jelas. Umat Yahudi pun melakukan hal yang sama.

Akhirnya Do’a itu dijawab oleh Allah….sekitar 2600 tahun setelahnya….

Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, ” (QS Al-Jumu’ah : 2)

Allah mengutus Muhammad bin Abdullah bin Hasyim yang merupakan keturunan Nabi Ismail sebagai Rasul terakhir bagi umat manusia. Rasul yang pada awalnya diutus kepada kaum yang ummi sisa-sisa keturuan Ismail as di lembah Mekkah kemudian seluruh umat manusia. Rasul yang Allah tugaskan untuk melanjutkan sekaligus menutup estafet da’wah kenabian Nabi Adam hingga Nabi Isa as. Rasul yang selama ini dijanjikan oleh Nabi Isa dan Musa as. (bersambung, insya Allah)

 

Hikmah yang bisa diambil :

1. Kita tidak pernah tahu apakah do’a kita segera dikabulkan, ditunda beberapa masa, atau bahkan ditunda oleh Allah hingga di akhirat. Allah lebih mengetahui hal yang terbaik untuk kita. Sebagai manusia, kita wajib berikhtiar dan bertawakal kepada Allah.

2. Dalam berdo’a, usahakan kita mendo’akan keluarga dan keturunan kita karena kewajiban kita untuk menjaga mereka dari api neraka.

3. Masalah kenabian adalah hak preogatif Allah. Dia lebih mengetahui kepada siapa kenabian itu akan diberikan. Dia telah menghendaki Muhammad bin Abdullah menjadi Rasul penutup.

4. Ka’bah adalah Rumah Allah yang pertama kali dibangun manusia.

Related Post