Mengambil hikmah dari penguasa Yerussalem, dulu dan kini (1)

Artikel ini dilihat sebanyak 67 kali

Yerusalem merupakan kota yang sangat menarik dalam sejarah peradaban umat manusia. Kota yang terletak dalam wilayah Palestina (yang sekarang dikangkangi orang-orang Israel) merupakan saksi sejarah peradaban moral dan akhlak bangsa-bangsa dunia.

Penguasa Yerussalem sebelum Kenabian Rasulullah

Kota ini dulu merupakan daerah yang dijanjikan Allah kepada kaum bani Israel pengikut Nabi Musa a.s. seteleh mereka diselamatkan Allah dari kehinaan penindasan Fir’aun. Namun, Bani Israel enggan masuk ke kota itu. Bukan hanya enggan namun menghina perintah tersebut. Insiden ini diabadikan dalam Al-Qur’an :

“Mereka berkata: “Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka ke luar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya”. (Al-Maidah :22)

Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasuki nya selama-lamanya, selagi mereka ada didalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja”.  Al-Maidah :24)

Karena peningkaran mereka kepada perintah Allah maka Allah menimpakan kehinaan pada mereka. Janji Allah kepeda mereka pun dicabut dan mereka terombang-ambing tanpa arah hingga 40 tahun. Setelah masa 40 tahun, Mereka pun akhirnya menguasai Yerussalem dengan pembantaian yang sangat kejam. Mereka mengusir bangsa Kanaan yang merupakan bangsa Asli Yerussalem. Keingkaran mereka di kota itu semakin menjadi hingga Allah memberi azab kepada mereka berupa serangan balasan dari bangsa Kanaan dan Bani Israel mengalami kekalahan yang hina serta terusir dari Palestina. Ditengah situasi yang tidak menentu mereka kemudian meminta kepada orang shalih diantara mereka mencarikan pemimpin yang dapat menangkat derajat mereka dan menguasai Yerussalem. Allah kemudian menakdirkan Thalut sebagai pemimpin mereka Kisah ini terdapat di penghujung Juz 2 Al-Qur’an. Setelah itu, Allah mengutus Nabi Daud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa untuk menegakkan agama tauhid di kota tersebut. Namun, pengingkaran dan kerusakan moral bani Israel (Yahudi) sudah sangat luar biasa. Nabi Yahya dan zakaria dengan izin Allah mereka bunuh. Nabi Isa’ ditindas hingga Allah menyelamatkan Nabi Isa dari rencana makar pensaliban. Di tengah masa-masa jeda kenabian Sulaiman ke Nabi Zakaria, Yerussalem juga sempat diduduki bangsa Babolania baru yang beragama pagan dan Sasania (Persia) penyembah Majusi. Kerusakan moral mereka juga sama bejatnya dengan bangsa yahudi.

Pengikut agama paulus (kristen) yang mula-mula tertindas kemudian mendapatkan suaka dari kerajaan Romawi. Kristen semakin kuat di Romawi meskipun itu dibayar dengan hancurnya akidah orang-orang kristen akibat akulturasi dengan agama pagan Romawi. Mereka kemudian menghacurkan kaum Yahudi di Yerussalem sehingga bangsa Yahudi tersebar ke seluruh penjuruh bumi, termasuk jazirah arab. Sebagian bangsa Yahudi menyusup dalam agama kristen dan menghancurkan tataran teologi yang telah lapuk sebelumnya akibat akulturasi dengan pagan Romawi. Sebagian Yahudi menjadi bangsa pengacau di kota tersebut. Namun, ulah kaum Kristen Romawi yang menguasai kota tersebut tidak kalah bejat. Mereka menetapkan pajak yang tinggi atas rakyat, memaksakan agama kristen ke penduduk palestina, dan menodai tempat-tempat ibadah. Kejadian ni tersus berlanjut hingga Islam membebaskan kota itu.
Sejarah ini menunjukkan begitu bejatnya kaum  Yahudi dan Kristen. Yerussalem hanya sebuah contoh dari kebejatan mereka di tempat-tempat lain.

(bersambung Insya Allah)

Related Post