Miskin atau Terbodohkan ???

Artikel ini dilihat sebanyak 31 kali

Sejak jatuhnya khilafah Utsmaniyah di Turki tahun 1924, kaum muslimin seperti anak ayam kehilangan induknya. Mereka tercerai-berai dan terus ditimpah kehinaan demi kehinaan. Bahkan sebagian besar wilayah kaum muslimin dikangkangi penjajah kafir. Ini tentu saja menimbulkan luka yang sangat dalam. Namun, masalah yang jauh lebih besar, namun tidak terlihat yang merupakan akibat dari penjajahan itu, yaitu kebodohan yang menimpa kaum muslimin.

Studi barat tentang distribusi ekonomi dunia menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk yang di bawah garis kemungkinan adalah mereka yang beragama Islam..Ini sungguh sangat memilukan dan menghinakan, namun kita harus mengakui bahwa kebodohan memang menjangkiti sebagian besar kaum muslimin saat ini yang membuat mereka terhina dari semua hal, termasuk ekonomi.

Sebenarnya yang dimaksud orang miskin menurut studi barat tersebut, bukanlah miskin, namun terbodohkan akibat penjajahan-penjajahan yang mereka terima yang membuat mereka kehilangan kemuliaan akan agama yang mulia ini. Saya katakan mereka tidak MISKIN, namun TERBODOHKAN…

Sebagai bukti bahwa mereka yang disebut miskin padahal kenyataannya terbodohkan adalah sebagian besar kaum yang disebut miskin tersebut adalah perokok. saya mencoba membuat perhitungan sederhana yang menunjukkan bahwa mereka tidak miskin namun bodoh :

Saya mencoba membatasi muslim dunia menjadi muslim Indonesia

Jika kita asumsikan bahwa satu orang perokok mengkonsumsi 1 bungkus per hari dan harga rokok sekitar Rp 8.000 maka :

  • Biaya yang dikeluarkan untuk merokok sebesar Rp 8.000  per hari (kelihatan kecil ya….), coba cek lagi berikut
  • Biaya yang dikeluarkan untuk merokok selama satu tahun  satu orang saja Rp 8.000 x 365 hari  =  2.920.000 …  masih kecil ya …
  • Biaya yang dikeluarkan selama 30 tahun = 2.920.00 x 30 tahun = Rp 87.600.000 ….WOWWWWWW….
  • Biaya haji saat ini sekitar 40 juta maka itu bisa untuk dua kali naik haji, MEREKA TIDAK MISKIN, NAMUN TERBODOHKAN… SIAPA YANG DAPAT MENOLONG MEREKA KETIKA NANTI DI AKHIRAT MEREKA DITANYA MENGAPA MEREKA BELUM KE RUMAH ALLAH PADAHAL MEREKA TIDAK MISKIN

Kita coba lihat lebih luas yaitu mereka sebagai masyarakat. Di Indonesia ada 68 juta perokok. Anggap selama lima (5) tahun kegiatan merokok berhenti total maka COBA CAMKAN BERIKUT :

  • Biaya rokok selama 5 tahun 48 juta penduduk sebesar Rp 2.920.000 x 48 juta = Rp 992.800.000.000.000
  • Jumlah Karyawan perusahaan rokok sekitar 700.000 orang se-Indonesia, maka jika mereka digaji sesuai UMR (Rp 1.500.000 per bulan atau ) maka pemasukan akibat rokok bagi negara = Rp 1.500.000 x 700.000 = 63.000.000.000.000 (menurut data di bebarapa surat kabar sekitar 50 triliun maka sebagian besar karyawan dibayar dibawah UMR)maka
  • Jika rokok tutup maka penghematan sebesar Rp 992, 8 triliun – 63 triliun = Rp 929,8 triliun
  • Pajak rokok (10 %) dianggap impas dengan biaya kesehatan untuk kasus rokok

Uang sebesar itu untuk apa ya …

  • Kita heboh dengan gedung DPR baru yang mencapai 1,2 triliun padahal penghematan tersebut bisa untuk bangun 775 gedung baru … MISKINKAH KITA?
  • Biaya pendidikan mahal ???? biaya mahasiswa ITB kuliah 4 tahun per orang sekitar 108 juta…ternyata 8,6 juta mahasiswa bisa didanai oleh penghematan tersebut … WOW

Palestina, Afghanistan, Irak, Turkmenistan timur, Muslim Filifina, Spanyol, dan lain-lain masih dikangkangi penjajah kafir hingga hari ini….padahal dengan uang itu bisa

  • Membeli 1.860 jet tempur (harga 500 milyar per buah)
  • Membeli 18,6 ribu tank ( harga 50 milyar)
  • Membeli SEMBILAN JUTA LEBIH senjata M-16 … Itu semua cukup untuk membebaskan tanah kaum muslimin yang dijajah orang kafir…
  • Jika mereka yang masih dijajah menuntut kepada Allah di akhirat maka siapa yang dapat menolong para perokok tersebut karena memilih membakar uang mereka daripada menolong saudaranya yang terjajah

Sekali lagi MEREKA TIDAK MISKIN, TAPI MEREKA TERBODOHKAN AKIBAT PENJAJAHAN….

Ini tidak akan selesai, jika kita tetap diam… Ini tidak akan beres jika kita bergerak sendirian…Karena Islam dibangun atas jamaah …. Kita harus berjamaah untuk menghentikan segala keterbodohan kita … Mulai dari diri kita lalu orang terdekat kita dan ke semua kaum muslimin ..

Mungkin bukan pada generasi kita Islam akan tegak lagi, tapi pasti Islam akan tegak karena Rasulullah mengatakan bahwa nanti Islam akan dipimpin lagi oleh sistem Islam setelah masa-masa tertindas oleh pemimpin yang zalim …. Dengan atau tanpa kita, Islam pasti akan Tegak..Tinggal Pertanyaannnya apakah kita mau menjadi batu bata untuk tegaknnya Islam, atau hanya duduk-duduk meratapi keadaan , atau malah menjadi penentang .. Itu adalah pilihan …

Karena hidup terlalu indah untuk disia-siakan (Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

Related Post